PeaceSantren: Kemenag Memperkuat Persaudaraan dan Pesan Damai di Bulan Ramadan

PeaceSantren

Kementerian Agama menggunakan bulan Ramadan 1445 H sebagai panggung untuk menyebarkan pesan perdamaian melalui acara PeaceSantren. Dalam kolaborasi yang menarik, Kementerian Agama bekerja sama dengan ribuan santri dan masyarakat pesantren, serta band terkenal Gigi dan Padi, untuk memperkuat persaudaraan dan keharmonisan di bulan penuh berkah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam M.Ali Ramdhani menyatakan, “Alhamdulillah, sebagai bagian dari penyampaian nilai-nilai Ramadan, kami akan mengadakan PeaceSantren. Bersama-sama dengan ribuan santri dan masyarakat pesantren, kami akan terus mempromosikan pesan perdamaian dan semangat persaudaraan.”

Bacaan Lainnya

Acara PeaceSantren diadakan dalam rangkaian Roadshow “Ngabuburit Ramadan 1445 H” yang berlangsung di lima kota di pulau Jawa, termasuk Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pemilihan lokasi didasarkan pada kota-kota yang kental dengan budaya pesantren dan tradisi Ramadan.

Mengapa pesantren? Kang Dhani, panggilan akrab M.Ali Ramdhani, menjelaskan bahwa komunitas pesantren telah terbukti menjadi agen pembinaan keharmonisan dalam kehidupan sosial para santri, meskipun mereka berasal dari latar belakang yang berbeda. “Belajar dari pesantren, kami berupaya menyebarkan pesan damai kepada seluruh elemen masyarakat, untuk kembali hidup dalam kedamaian dan rasa saling menghormati,” ujarnya.

PeaceSantren juga merupakan bagian dari upaya untuk mempromosikan moderasi beragama dengan cara yang segar. Waryono, Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, mengungkapkan bahwa lima pesantren akan menjadi tuan rumah PeaceSantren, diantaranya Pesantren Az Ziyadah Jakarta Timur, Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Pesantren Al Musaddadiyah Garut, Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta, dan Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang.

Tiap lokasi acara akan menampilkan Pidato Perdamaian dari Gus Men Yaqut Cholil Qoumas, Panggung Cinta oleh Gigi dan Padi, serta Pasar Rakyat. Waryono menambahkan bahwa logo PeaceSantren, yang menggabungkan simbol hati dengan huruf P (Pesantren), menggambarkan rasa cinta dan keragaman yang diharapkan bisa membentuk harmoni yang indah dan membawa kegembiraan.

Diharapkan lebih dari ribuan pengunjung, baik santri maupun masyarakat sekitar pesantren, akan hadir dalam setiap momen PeaceSantren untuk menyaksikan keseruan dan kehangatan yang disuguhkan.

Dengan menggunakan bahasa cinta, Kementerian Agama bermaksud menyampaikan pesan damai yang berasal dari pesantren. Acara ini diharapkan akan menjadi ajang untuk merangkul perbedaan dan memperkuat persatuan di tengah-tengah masyarakat.

Adapun target kegiatan ini adalah untuk dihadiri oleh ribuan pengunjung, baik dari kalangan santri maupun masyarakat sekitar pesantren, setiap kali acara diselenggarakan. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap upaya mempromosikan perdamaian dan persaudaraan, terutama di bulan suci Ramadan.

Dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian Agama, santri, masyarakat pesantren, serta musisi terkenal seperti Gigi dan Padi, acara PeaceSantren diharapkan dapat menjadi wahana yang efektif dalam menyebarkan pesan damai dan semangat persatuan, sehingga membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Pos terkait