Menuju Hari Lingkungan Hidup Indonesia & Gerakan Satu Juta Pohon 10 Januari: Cerminan Keimanan Muslim dan Nasionalis

Hari Lingkungan Hidup Indonesia

SANTRIWEB – Hari Lingkungan Hidup Indonesia (HLH) diperingati setiap tanggal 28 Juni. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Tahun ini, HLH mengusung tema “Satu Bumi untuk Semua”. Tema ini mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik.

Selain HLH, setiap tanggal 10 Januari juga diperingati sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam pohon. Gerakan ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1993.

Bacaan Lainnya

Kedua peringatan ini merupakan momentum penting bagi kita untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan lingkungan hidup. Sebagai umat Islam, kita memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 56:

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kita untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hal ini karena lingkungan hidup merupakan salah satu ciptaan Allah yang harus kita jaga dan pelihara.

Islam juga mengajarkan tentang pentingnya menanam pohon. Hal ini tercantum dalam hadits Nabi Muhammad saw. yang berbunyi:

“Barang siapa menanam pohon, maka ia akan mendapatkan pahala selama pohon itu hidup dan buahnya dimakan oleh manusia, hewan, atau burung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa menanam pohon merupakan amalan yang mulia. Orang yang menanam pohon akan mendapatkan pahala selama pohon itu hidup dan buahnya bermanfaat bagi manusia, hewan, atau burung.

Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita harus memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menanam pohon. Hal ini merupakan cerminan keimanan kita yang ihsan dan nasionalis.

Keimanan yang Ihsan

Keimanan yang ihsan adalah keimanan yang diwujudkan dalam perbuatan nyata. Keimanan yang ihsan tidak hanya sebatas pengakuan di lisan, tetapi juga diwujudkan dalam perbuatan.

Salah satu bentuk keimanan yang ihsan adalah menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hal ini karena lingkungan hidup merupakan salah satu ciptaan Allah yang harus kita jaga dan pelihara.

Dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup, kita telah menunjukkan keimanan kita kepada Allah. Kita telah membuktikan bahwa kita adalah hamba-hamba Allah yang taat kepada perintah-Nya.

Kebangsaan yang Nasionalis

Kebangsaan yang nasionalis adalah kebangsaan yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Kebangsaan yang nasionalis tidak hanya sebatas pengakuan di lisan, tetapi juga diwujudkan dalam perbuatan.

Salah satu bentuk kebangsaan yang nasionalis adalah menanam pohon. Hal ini karena pohon merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Dengan menanam pohon, kita telah menunjukkan kecintaan kita kepada bangsa dan negara. Kita telah membuktikan bahwa kita adalah warga negara Indonesia yang bertanggung jawab.

Hari Lingkungan Hidup Indonesia dan Gerakan Satu Juta Pohon merupakan momentum penting bagi kita untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan lingkungan hidup.

Sebagai umat Islam, kita harus memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menanam pohon. Hal ini merupakan cerminan keimanan kita yang ihsan dan kebangsaan yang nasionalis.

Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menanam pohon. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.

Author Profile

irfan sembiring
irfan sembiring
Penulis dan jurnalis muda asal Kutalim Baru – Sumatera Utara. Memulai karier sebagai jurnalis di Media Cetak Warta Indonesia pada tahun 2022

Pos terkait