Cucu Raja Arab: Penyebab Kecelakaan Wafat Talal bin Abdulaziz

Cucu Raja Arab

SANTRIWEB – Cucu Raja Pertama Arab “Talal bin Abdulaziz bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud”, seorang pangeran Arab Saudi, meninggal dunia pada usia 62 tahun pada Kamis, 7 Desember 2023. Kematiannya diumumkan oleh Pengadilan Kerajaan Arab Saudi dalam sebuah pernyataan singkat.

Pangeran Talal adalah putra Pangeran Bandar bin Abdulaziz Al Saud, yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Arab Saudi dari tahun 1973 hingga 2005. Dia juga cucu Raja Abdulaziz Al Saud, pendiri Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

Penyebab kematian Pangeran Talal tidak diungkapkan dalam pernyataan pengadilan. Namun, outlet berita Lebanon Al Mashhad melaporkan bahwa dia tewas ketika jet tempur F-15 miliknya jatuh saat latihan dengan angkatan udara pada Kamis pagi.

Pangeran Talal lahir pada tahun 1961 dan lulus dari Akademi Angkatan Udara Kerajaan Saudi. Dia menjabat sebagai letnan kolonel di angkatan udara dan kemudian menjabat sebagai asisten kepala intelijen di GIP, badan intelijen Saudi.

Pangeran Talal adalah seorang tokoh yang aktif dalam kehidupan publik Arab Saudi. Dia adalah anggota Dewan Syura, parlemen Saudi, dan juga menjabat sebagai ketua Yayasan Talal bin Abdulaziz.

Kematian Pangeran Talal merupakan pukulan bagi keluarga kerajaan Saudi dan seluruh bangsa Arab Saudi. Dia adalah seorang sosok yang dihormati dan dicintai oleh banyak orang.

Kecelakaan Pesawat Pangeran Arab Saudi Lainnya

Pangeran Arab Saudi lainnya yang pernah tewas dalam kecelakaan di udara adalah Pangeran Mansour bin Muqrin. Dia menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi Asir pada tahun 2017 ketika helikopter yang ditumpanginya jatuh dekat perbatasan dengan Yaman.

Kecelakaan helikopter Pangeran Mansour terjadi di tengah penangkapan besar-besaran sejumlah pangeran dan pejabat Arab Saudi dalam kasus dugaan korupsi. Pangeran Mansour adalah salah satu dari 11 pangeran yang ditangkap oleh badan antikorupsi pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Kematian Pangeran Talal dan Pangeran Mansour adalah tragedi bagi keluarga kerajaan Saudi dan seluruh bangsa Arab Saudi. Kedua pangeran tersebut adalah sosok yang dihormati dan dicintai oleh banyak orang.

Penyebab Kecelakaan Pesawat Pangeran Talal

Penyebab kecelakaan pesawat Pangeran Talal belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan laporan outlet berita Lebanon Al Mashhad, pesawat F-15 yang ditumpanginya jatuh saat latihan dengan angkatan udara.

Pesawat F-15 adalah jet tempur bermesin ganda yang dirancang oleh McDonnell Douglas. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum Mach 2.5 dan dapat terbang sejauh 3.900 mil.

Pesawat F-15 telah digunakan oleh Angkatan Udara Kerajaan Saudi sejak tahun 1981. Pesawat ini telah digunakan dalam berbagai operasi militer, termasuk Perang Teluk dan Perang Yaman.

Kecelakaan pesawat F-15 tidak hanya terjadi di Arab Saudi. Pesawat ini juga pernah mengalami kecelakaan di berbagai negara lain, termasuk Amerika Serikat, Israel, dan Turki.

Dampak Kematian Pangeran Talal

Kematian Pangeran Talal merupakan pukulan bagi keluarga kerajaan Saudi dan seluruh bangsa Arab Saudi. Dia adalah seorang sosok yang dihormati dan dicintai oleh banyak orang.

Pangeran Talal adalah seorang tokoh yang aktif dalam kehidupan publik Arab Saudi. Dia adalah anggota Dewan Syura, parlemen Saudi, dan juga menjabat sebagai ketua Yayasan Talal bin Abdulaziz.

Yayasan Talal bin Abdulaziz adalah sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pembangunan sosial dan ekonomi di Arab Saudi. Yayasan ini telah memberikan bantuan kepada jutaan orang di Arab Saudi dan di seluruh dunia.

Kematian Pangeran Talal juga merupakan kehilangan bagi dunia penerbangan. Dia adalah seorang pilot yang berpengalaman dan telah menyumbangkan banyak hal bagi pengembangan Angkatan Udara Kerajaan Saudi.

Pangeran Talal akan dikenang sebagai sosok yang berdedikasi dan berkontribusi bagi keluarga kerajaan Saudi, bangsa Arab Saudi, dan dunia penerbangan.

Author Profile

irfan sembiring
irfan sembiring
Penulis dan jurnalis muda asal Kutalim Baru – Sumatera Utara. Memulai karier sebagai jurnalis di Media Cetak Warta Indonesia pada tahun 2022

Pos terkait