Polres Purbalingga Gelar Police Goes to Pesantren untuk Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Lalu Lintas

Dalam upaya memperkuat kesadaran akan keselamatan berkendara, Satlantas Polres Purbalingga menggelar kegiatan yang menarik dan bernuansa edukatif, bertajuk “Police Goes to Pesantren”. Acara ini diselenggarakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajut Tholabah, Kecamatan Bukateja, Purbalingga pada Jumat (8/3/2024).

Para polisi dari Satlantas Polres Purbalingga tidak hanya memberikan penyuluhan tentang aturan lalu lintas kepada para santri di pondok pesantren, tetapi juga menyajikan berbagai kegiatan menarik lainnya. Mulai dari pelatihan safety riding, sesi tanya jawab tentang lalu lintas, hingga pemberian bantuan sosial.

Bacaan Lainnya

Kasat Lantas Polres Purbalingga, AKP Arief Wiranto, menjelaskan bahwa kegiatan “Police Goes to Pesantren” ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang keselamatan berlalu lintas kepada para santri.

“Biasanya kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum atau siswa di sekolah, tetapi kali ini kami berfokus pada para santri di pondok pesantren,” ungkapnya.

Menurutnya, penting bagi para santri untuk memahami aturan lalu lintas agar dapat mencegah pelanggaran yang dapat mengakibatkan kecelakaan.

“Para santri juga harus memahami aturan lalu lintas, bukan hanya masyarakat umum. Hal ini akan sangat mendukung upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.

Imam Mustafik, Ketua Umum Yayasan Minhajut Tholabah, menyambut baik kegiatan ini sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara polisi dan para santri. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi bisa menjadi program berkelanjutan di masa depan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang telah dilakukan, dan kami berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut ke depannya,” ucapnya dengan penuh apresiasi.

Kegiatan “Police Goes to Pesantren” bukan hanya sekadar penyuluhan, tetapi juga menjadi momen emosional di mana para polisi dan para santri saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dalam suasana yang santai, tercipta komunikasi dua arah yang memperkuat pemahaman tentang pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Para polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan panutan bagi para santri. Melalui kegiatan ini, tercipta ikatan yang lebih kuat antara kepolisian dan masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi penerus bangsa.

Di sisi lain, para santri pun merasa dihargai dan didukung dalam proses pembelajaran mereka. Mereka tidak hanya belajar tentang lalu lintas, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai keselamatan dan tanggung jawab sosial yang menjadi landasan bagi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Diharapkan, kegiatan semacam ini tidak hanya terjadi di Purbalingga, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjalin hubungan yang lebih erat antara kepolisian dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.

Dengan adanya kegiatan “Police Goes to Pesantren” ini, pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Polisi bukanlah satu-satunya yang bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban di jalan raya, tetapi setiap individu juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan berkendara yang aman.

Melalui interaksi langsung antara polisi dan para santri, tercipta rasa saling percaya dan pengertian. Para santri merasa lebih nyaman untuk bertanya dan berdiskusi tentang segala hal yang berkaitan dengan lalu lintas, sementara polisi dapat lebih memahami tantangan dan kebutuhan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Diharapkan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah, sehingga tercipta budaya kesadaran lalu lintas yang kuat di masyarakat. Sehingga, bukan hanya sekadar mematuhi aturan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang mengedepankan keselamatan dan kemanusiaan di atas segalanya.

Akhirnya, melalui kolaborasi antara polisi, lembaga pendidikan, dan masyarakat, kita dapat membangun fondasi yang kokoh untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, di mana setiap individu dapat merasa aman dan dihargai di jalan raya.

Pos terkait