Pandangan Islam: Dosa Kecil Menjadi Besar, Wapadai!

dosa kecil menjadi dosa besar

SANTRIWEB – Dalam Islam, dosa dibagi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Dosa besar adalah dosa yang ancamannya diancam dengan neraka jahannam. Sedangkan dosa kecil adalah dosa yang ancamannya tidak diancam dengan neraka jahannam.

Meskipun dosa kecil tidak diancam dengan neraka jahannam, bukan berarti dosa kecil boleh dibiarkan begitu saja. Dosa kecil pun tetaplah dosa dan dapat mengundang murka Allah SWT. Bahkan, dosa kecil menjadi dosa besar.

Bacaan Lainnya

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Demi Allah, sesungguhnya Allah tidak akan memaafkan dosa syirik, dan tidak akan memaafkan dosa seseorang yang membunuh jiwa manusia yang dihalalkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak akan memaafkan dosa seseorang yang berzina dengan istri tetangganya.” (HR Bukhari)

Dalam hadits ini, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa dosa syirik, membunuh, dan berzina adalah dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Namun, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa dosa kecil yang terus-menerus dilakukan juga dapat menjadi dosa besar.

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam melakukan dosa, meskipun itu adalah dosa kecil. Janganlah kita menganggap remeh dosa, karena dosa kecil yang terus-menerus dilakukan dapat jadi dosa besar yang dapat menjerumuskan kita ke dalam neraka jahannam.

Penyebab Dosa Kecil Menjadi Besar

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dosa kecil menjadi besar, di antaranya:

  • Dosa kecil dilakukan terus-menerus. Dosa kecil yang dilakukan sekali atau dua kali saja mungkin tidak akan menjadi masalah besar. Namun, jika dosa kecil dilakukan terus-menerus, lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan dan sulit dihilangkan.
  • Dosa kecil dianggap remeh. Jika kita menganggap remeh dosa kecil, maka kita akan cenderung untuk melakukannya lagi dan lagi. Hal ini karena kita tidak merasa bersalah atau takut akan dosa tersebut.
  • Dosa kecil dilakukan dengan sengaja. Dosa kecil yang dilakukan dengan sengaja akan lebih besar dosanya daripada dosa kecil yang dilakukan tanpa sengaja.
  • Dosa kecil dilakukan di tempat umum. Dosa kecil yang dilakukan di tempat umum akan lebih besar dosanya daripada dosa kecil yang dilakukan di tempat yang sepi.
  • Dosa kecil dilakukan oleh orang yang berilmu. Dosa kecil yang dilakukan oleh orang yang berilmu akan lebih besar dosanya daripada dosa kecil yang dilakukan oleh orang yang tidak berilmu.

Hikmah dari Dosa Kecil yang Menjadi Besar

Dosa kecil yang jadi besar dapat jadi hikmah bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam melakukan dosa. Kita harus menyadari bahwa dosa kecil pun tetaplah dosa dan dapat mengundang murka Allah SWT.

Dosa kecil yang menjadi besar juga dapat jadi pengingat bagi kita untuk selalu bertaubat kepada Allah SWT. Kita harus selalu memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, baik dosa besar maupun dosa kecil.

Sebagai seorang muslim, kita harus selalu menjaga diri dari dosa, meskipun itu adalah dosa kecil. Kita harus selalu berusaha untuk berbuat baik dan menjauhi larangan Allah SWT.

Tips Menghindari Dosa Kecil

Berikut adalah beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk menghindari dosa kecil:

  • Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semakin kuat keimanan dan ketakwaan kita, semakin mudah bagi kita untuk menjauhi dosa.
  • Perbanyak ilmu agama. Semakin banyak ilmu agama yang kita miliki, semakin paham kita tentang hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.
  • Bergaul dengan orang-orang shalih. Orang-orang shalih akan selalu mengingatkan kita untuk berbuat baik dan menjauhi larangan Allah SWT.
  • Perbanyak dzikir dan doa. Dzikir dan doa dapat membantu kita untuk terhindar dari godaan setan dan hawa nafsu.

Marilah kita selalu berhati-hati dalam melakukan dosa, meskipun itu adalah dosa kecil. Janganlah kita menganggap remeh, karena dosa kecil yang terus-menerus dilakukan dapat menjadi dosa besar yang dapat menjerumuskan kita ke dalam neraka jahannam.

Author Profile

irfan sembiring
irfan sembiring
Penulis dan jurnalis muda asal Kutalim Baru – Sumatera Utara. Memulai karier sebagai jurnalis di Media Cetak Warta Indonesia pada tahun 2022

Pos terkait