Menko PMK Muhadjir Effendy Dorong Generasi Santri Bersaing di Era Modern

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan pentingnya peran generasi santri dalam bersaing di dunia yang semakin kompleks ini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, Muhadjir memandang bahwa santri tidak boleh kalah dalam penguasaan ilmu dunia maupun ilmu akhirat.

“Saat ini, generasi santri harus mampu bersaing dengan generasi di luar pesantren. Mereka harus mampu menguasai ilmu dunia serta ilmu bekal akhirat,” ujarnya tegas saat menghadiri Haul Sulthonul Auliya di Pondok Pesantren Darussalam Tegalrejo, Desa Pelita Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, pada Rabu malam (28/02/2024).

Bacaan Lainnya

Menko PMK menilai bahwa para santri memiliki potensi yang luar biasa karena mereka tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga ilmu dunia. Dengan demikian, mereka memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan dan menjadi pengisi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

Muhadjir menekankan bahwa keberhasilan generasi santri tidak hanya ditentukan oleh hafalan Al-Qur’an, tetapi juga oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) dan Internet of Things.

“Sekarang ini, hafal Al-Qur’an bagus, tapi menguasai teknologi juga penting supaya kita bisa menang. Para santri harus bisa menang dari mereka yang bukan santri dengan menguasai ilmu agama dan akhlak yang baik, serta memiliki pengetahuan dunia yang baik,” ungkapnya.

Muhadjir percaya bahwa dengan penguasaan ilmu dunia dan ilmu akhirat yang seimbang, generasi santri akan menjadi tulang punggung dalam mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045. Dengan semangat yang kuat dan pengetahuan yang luas, mereka akan mampu bersaing dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Dalam acara Haul Sulthonul Auliya ini, Menko PMK disambut hangat oleh warga, kyai, dan pengurus Pondok Pesantren Darussalam Tegalrejo. Di sana, Muhadjir juga turut memimpin sholawat “Assalamualaika Ya Rasulullah” yang diikuti dengan khidmat oleh para santri dan warga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut beberapa pejabat, di antaranya PJ Gubernur Sumsel Agus Fatoni, Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah, Wakil Bupati OKU Timur Adi Nugraha Purnayudha, dan jajaran Forkopimda Kabupaten OKU Timur. Acara tersebut menjadi momen penting dalam memperkuat semangat kebersamaan dan pembangunan di kalangan masyarakat dan generasi santri.

Menko PMK Muhadjir Effendy juga menyampaikan doa dan harapan agar Pondok Pesantren Darussalam Tegalrejo, beserta para santri, orang tua, dan wali santri, senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Beliau berharap agar kemajuan selalu mengiringi perjalanan mereka, dan para santri dapat memperoleh pengetahuan yang seimbang antara ilmu dunia dan ilmu akhirat.

Kehadiran Menko PMK dalam Haul Sulthonul Auliya ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk mendukung pesantren sebagai lembaga pendidikan yang turut berperan dalam mencetak generasi yang berkualitas. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, para tokoh agama, dan masyarakat dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan di Indonesia.

Tidak hanya itu, kehadiran Menko PMK dalam acara ini juga memberikan semangat dan dorongan kepada para santri untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam membangun bangsa. Dengan semangat yang tinggi dan bekal ilmu yang cukup, diharapkan generasi santri akan menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa Indonesia menuju kemajuan dan kejayaan yang lebih baik.

Dalam suasana yang penuh kehangatan dan semangat, Haul Sulthonul Auliya ini juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antarwarga dan mempererat tali silaturahmi di antara mereka. Dengan kebersamaan dan kerjasama yang kuat, diharapkan Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi negara yang lebih baik di masa mendatang.

Pos terkait